4 Pemain Belakang Legendaris Dari Benua Eropa

Pemain belakang merupakan bagian penting dari sebuah tim karena bertugas mencegah lawan mencetak gol. Beberapa pemain belakang menjadi sosok pemain sepakbola legendaris karena memberi kontribusi besar bagi tim di mana ia bermain. Kemampuan bertahan dalam mematahkan serangan lawan, duel satu lawan satu dengan pemain lawan hingga kemampuan unik yang dimiliki membuat beberapa pemain belakang menjadi sosok legendaris. Beberapa pemain belakang sangat ditakuti pemain lawan karena kemampuan bertahan yang sangat tangguh ataupun karena keberanian melakukan duel fisik. Sedangkan beberapa yang lain juga ditakuti pemain belakang dan penjaga gawang tim lawan karena memiliki kemampuan mencetak gol dengan cara luar biasa. Berikut ini beberapa pemain belakang yang mendapat gelar legendaris dalam sejarah sepakbola dunia.

  • Franz Beckenbauer

Seorang Franz Beckenbauer mungkin lebih dikenang karena gol – gol spektakuler yang pernah ia buat daripada kemampuan bertahan yang ia perlihatkan. Seorang Beckenbauer memang tercatat dalam sejarah sepakbola dunia berkat gol – gol yang ia cetak untuk memberi kemenangan bagi timnya. Kehebatannya dalam mencetak gol dan mengendalikan permainan menjadi begitu istimewa mengingat posisi Beckenbauer di lapangan adalah sebagai sweeper yang merupakan bagian dari lini belakang. Keberhasilan dirinya sebagai seorang pemain yang membawa sukses bagi tim merupakan perpaduan antara skill individu yang brilian dan keberhasilan dirinya  memodifikasi peran seorang pemain bertahan di atas lapangan. Sebelum kemunculan seorang Franz Beckenbauer; peran libero atau sweeper di atas lapangan selalu murni sebagai pemain bertahan yang bertugas memotong pergerakan pemain atau aliran bola yang mengarah ke gawang. Beckenbauer menemukan cara baru memerankan seorang sweeper untuk memimpin tim; bukan hanya dalam bertahan. Ia memiliki kemampuan mengatur tempo dan membangun serangan serta mengakhiri sebuah alur serangan yang ia mulai dengan sebuah gol yang ia ciptakan sendiri.

Kehebatan Beckenbauer di lapangan sangat sesuai dengan sukses yang ia dapat sebagai pemain; baik di level klub maupun sebagai seorang pemain tim nasional. Keberhasilan memenangkan penghargaan Ballor d’Or dua kali pada tahun 1972 dan 1976 menjadi bukti sukses Beckenbauer sebagai pemain hebat. Ia juga merupakan satu di antara sedikit pemain bertahan yang pernah memenangkan penghargaan tersebut. Sukses sebagai pemain klub di level internasional dibuktikan dengan gelar European Cup, UEFA Winner’s Cup dan Intercontinental Cup; sedangkan juara Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974 menjadi bukti sukses Beckenbauer bersama tim nasional Jerman Barat pada waktu itu. Dengan berbagai gelar yang diraih sebagai individu dan sebagai pemain antara tahun 1964 hingga 1983 maka tidak salah jika seorang Franz Beckenbauer yang memiliki julukan Der Kaizer menjadi salah satu pemain bertahan terbaik yang pernah lahir di dunia sepakbola.

  • Bobby Moore

Bobby MooreTerlahir dengan nama Robert Frederick Chelsea Moore; Bobby merupakan sosok pemain belakang yang disebut sebagai pemain bertahan terbaik oleh seorang Pele. Sangat jarang seorang Pele yang merupakan salah satu pemain terbaik dunia yang memiliki kemampuan mengolah bola dan mencetak gol luar biasa mengakui kehebatan seorang pemain bertahan. Bobby Moore merupakan sosok pemain belakang yang memiliki semangat bertarung luar biasa; ia sangat jarang menyerah dalam duel memperebutkan bola dengan pemain lawan. Ia juga dikenal memiliki tekel yang keras dan akurat sehingga tetap dihormati pemain lawan meski sering melakukan adu fisik.

Salah satu momen terbaik Moore yang terekam oleh agen sbobet terpercaya dalam sejarah sepakbola dunia terjadi pada Piala Dunia 1970 ketika Inggris berhadapan dengan Brazil. Jairinzho yang merupakan pemain sayap legendaris Brazil saat itu lolos dari kawalan pemain belakang Inggris dan hampir mencetak gol ketika memasuki kotak penalti; namun Moore melakukan sebuah tekel akurat untuk membuang bola dari kaki Jairinzho. Meski terbilang sebagai pemain dengan kehebatan luar biasa; namun Moore terbilang miskin gelar karena hanya ada 2 gelar besar yang pernah ia peroleh sepanjang kariernya. Moore memenangkan UEFA Winner’s Cup tahun 1965 bersama West Ham United dan membawa Inggris juara Piala Dunia 1966 ketika ia menjadi kapten The Three Lions.

  • Franco Baresi

Sosok sweeper yang menunjukkan karakter dan kehebatan luar biasa setelah era Franz Beckenbauer adalah seorang Franco Baresi. Berbeda dengan Beckenbauer yang dikenang karena gol – golnya; Baresi dikenang karena permainan lugas dan kemampuan bertahan yang luar biasa. Seorang Franco Baresi dikenal sebagai pemain yang ditakuti pemain lawan karena pemain yang mendekati kotak penalti tim Baresi hampir selalu kehilangan bola atau terkena tekel sang sweeper. Meski terbilang jarang mencetak gol; namun Baresi juga dikenal sebagai sweeper yang berani naik untuk membantu serangan hingga mendekati gawang lawan. Seorang Franco Baresi telah menjadi ikon klub AC Milan sejak kemunculannya mengenakan seragam klub tersebut. Ia merupakan sosok pemain yang setia membela klub tersebut ketika mengalami masa surut.

Franco Baresi juga dikenal sebagai mentor seorang Paolo Maldini; sosok pemain belakang hebat lain di klub AC Milan dan tim nasional Italia. Pihak klub AC Milan kemudian menghentikan penggunaan seragam bernomor punggung 6 yang biasa dikenakan Baresi sebagai tanda penghormatan bagi pemain tersebut. Hal yang sama kemudian juga terjadi pada seragam dengan nomor punggung 3 yang dikenakan Paolo Maldini; hanya keturunan Maldini yang akan diberi hak mengenakan nomor punggung 3 oleh pihak AC Milan di masa mendatang. Sepanjang karir yang brilian sebagai pemain sepakbola; Baresi memenangkan total 14 gelar kejuaraan. Ia memenangkan 6 gelar juara Liga Serie A Italia, 3 gelar Piala Super Eropa, 3 Piala Eropa dan 2 gelar Piala Intercontinental. Baresi juga menjadi bagian dari tim nasional Italia yang memenangkan gelar juara Piala Dunia 1982; namun Baresi sama sekali tidak dimainkan di turnamen tersebut oleh manajer Enzo Bearzot.

  • Ruud Krol

Sosok pemain lain yang begitu istimewa di tim nasional Belanda era Johan Cruyff adalah seorang Ruud Krol. Pemain belakang tersebut memiliki kemampuan yang luar biasa untuk dimainkan pada berbagai posisi; sebuah kelebihan yang membuat Krol sangat cocok dengan gaya bermain Total Football tim nasional Belanda pada waktu itu. Kemampuan tersebut ia dapat sebagai bagian dari akademi sepakbola Ajax Amsterdam. Sebagai seorang pemain bertahan; Krol dikenal memiliki kecepatan yang luar biasa. Sebuah kelebihan yang membuat dirinya menjadi bagian integral dari tim Total Football bersama Cruyff. Krol bukan hanya tangguh dalam bertahan; namun juga memiliki kemampuan olah bola dan memberi umpan akurat. Kehebatannya dalam melakukan distribusi bola menjadi bagian penting dari serangan Belanda pada waktu itu.

Ruud-Krol

Sebagai seorang pemain belakang; Ruud Krol juga memiliki kemampuan mencetak gol yang terbilang istimewa meski ia bukanlah seorang pemain belakang yang produktif. Salah satu gol terbaik yang pernah ia cetak terjadi pada Piala Dunia 1974 saat Belanda berhadapan dengan Argentina. Krol mencetak gol indah dari jarak 25 yard ke gawang Argentina. Ruud Krol bersama Johan Cruyff merupakan bagian dari generasi emas sepakbola Belanda yang memiliki takdir tidak memenangkan gelar Piala Dunia meski sukses mencapai final pada tahun 1974 dan 1978.